Manfaat Bawang Berlian Bagi Kesehatan, Bagaimana Cara Mengolahnya?

Manfaat Bawang Berlian Bagi Kesehatan
Manfaat bawang berlian bagi kesehatan sudah dibuktikan oleh suku asli Dayak secara turun menurun. Tanaman ini tumbuh baik pada ketinggian 600-2000 mdpl, dan banyak tumbuh di daerah pegunungan Indonesia Timur.

Bawang berlian atau bawang dayak sama seperti bawang merah pada umumnya karena memang masih satu keluarga, yang membedakannya hanya tempat tumbuh nya, rasa nya dan khasiat nya bagi kesehatan. Tanaman ini tumbuh didaerah atau tanah yang mengandung belerang.

Biasanya bawang merah digunakan sebagai bumbu masak, meskipun memiliki khasiat untuk membantu mengobati penyakit seperti masuk angin dan melancarkan BAB tapi jika dibandingkan dengan bawang berlian perbedaannya bagai langit dan bumi. Manfaat bawang berlian jauh lebih hebat.

Manfaat Bawang Berlian Bagi Kesehatan

Di dalam dunia pengobatan, bawang berlian sudah diteliti berulang-ulang kali, salah satu nya oleh Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB). Bawang berlian yang masuk dalam keluarga umbi-umbian ini memiliki kandungan senyawa alami seperti eleutherine, elecanacine, eleutherol dan eleuthernone.

Selain itu senyawa Naphtoquinones juga dikenal ampuh sebagai antikanker, antimikroba, antioksidan, antivirus dan antiparasitik. Dengan kandungan seperti itu maka tidak heran jika bawang berlian selalu dijadikan obat alternatif untuk mengobati berbagai penyakit.

Berikut beberapa penyakit yang bisa diobati menggunakan bawang berlian, antara lain:
  1. Diabetes melitus 
  2. Asam urat
  3. Hipertensi / darah tinggi
  4. Radang usus
  5. Ginjal
  6. Prostat
  7. Segala jenis kanker dan tumor (Kista, Myom, Kanker Payudara, Kanker Rahim, Kanker Kelenjar Getah Bening, Kanker Paru-paru, Kanker Usus dll)
  8. TBC
  9. Asma
  10. Migrain
  11. Vertigo
  12. Wasir/ambeien
  13. Stroke
  14. Kolesterol
  15. Bronkhitis
  16. Hepatitis
  17. Jantung koroner
  18. Hipertensi
  19. Radang rektum
  20. Radang prostat
  21. Peluruh lemak
  22. Bisul
  23. Rematik
  24. Amandel
  25. Maag
  26. Gangguan pencernaan/lambung
  27. Gondok
  28. Gangguan seksual/vitalitas
  29. Keputihan
  30. Pelupa/menurunnya fungsi ingatan 
  31. Dan semua penyakit kronis dan yg berhubungan dengan darah 

Dari sekian banyak penyakit yang bisa diobati dengan menggunakan bawang berlian ini, diabetes merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Lalu bagaimana cara menggunakan bawang berlian untuk diabetes?

Bawang Berlian Untuk Diabetes

Menurut Prof Dr Sidik Apt, seorang guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, dalam bawang berlian terkandung senyawa aktif yaitu alisin. "Alisin bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah", sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Selain itu menurut Dr Sukrasno MS, Farmakolog Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), pada bawang berlian juga terdapat antosianin, yaitu sejenis senyawa pewarna alami yang memberikan warna merah pada umbi. Beliau menyatakan antosianin berguna sebagai antioksidan untuk menetralkan radikal bebas. Senyawa inilah yang paling banyak berperan.

Eleutherine dan antosianin memiliki sifat yang mudah larut dan terurai di dalam air. Disarankan untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari senyawa aktif tersebut cukup gunakan pelarut air. Cara nya iris satu siung bawang berlian (30 gram) lalu di seduh dengan segelas air panas.

Dengan cara tersebut senyawa aktif yang ada pada bawang berlian tidak mudah rusak asalkan tidak melebihi 90 derajat celcius. Hal ini juga di amini oleh dr Prapti Utami, seorang Dokter Herbalis di Tangerang, Banten. Menurut beliau tubuh akan lebih mudah menyerap kandungan antioksidan hasil dari proses perebusan.

Bubuk Bawang Berlian

Selain itu beberapa ahli farmakologi menyarankan untuk membuat atau mengolah bawang berlian dalam bentuk bubuk atau serbuk. Dalam bentuk bubuk maka senyawa yang ada di bawang berlian masih seperti aslinya dan tidak mengalami degradasi.

Cara mengolah bawang berlian yang baik hingga menjadi bubuk cukup mudah. Yaitu cuci bawang berlian yang masih segar lalu iris tipis 2-3 mm, lalu dikeringkan. Pengeringan bisa menggunakan oven dengan suhu 40 derajat celcius sampai kadar air kurang dari 10%. Jika tidak ada oven bisa dikeringkan dengan cara dijemur tapi hindari kontak langsung dengan sinar matahari.

Irisan bawang berlian akan kering setelah 2 sampai 3 hari pada temperatur 28-30 derajat celcius. Jika sudah kering, irisan tadi digiling hingga menjadi serbuk. Menurut Valentina Indrajati, Herbalis di Bogor, Jawa Barat. Cara penggunaan serbuk bawang berlian untuk kesehatan yang benar, yaitu dengan menyeduh nya menggunakan air hangat matang, jangan dengan air mendidih.

Cara lainnya dengan menjadikan serbuk bawang berlian dalam bentuk kapsul yang bisa langsung ditelan. Hanya saja untuk pengemasan dalam kapsul akan dicerna lebih lama oleh tubuh karena harus mengurai serbuk dari kapsul yang menyelubunginya.

Manisan Bawang Berlian

Menurut Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan tengah, bawang berlian juga bisa dijadikan dalam bentuk manisan. Cara membuatnya juga cukup mudah. Cuci bersih bawang berlian, lalu iris dengan ketebalan 2-3 mm. Kemudian kukus irisan bawang tadi selama 5 menit.

Selanjutnya siapkan larutan gula dengan perbandingan 1 : 1, yaitu 1 kg gula pasir dicampur dengan 1 liter air. Irisan bawang yang sudah dikukus lalu dimasak dengan larutan gula hingga mengental dan terbentuk kristal gula. Setelah manisan jadi simpan diwadah yang tertutup, dan bisa dijadikan camilan kapan saja.

Dr Sukrasno menyarankan untuk mengolah bawang berlian menjadi manisan atau serbuk sebaiknya menggunakan umbi yang masih segar. Karena pada bahan segar memiliki senyawa aktif yang masih lengkap. Bahkan seorang Herbalis di Tangerang selatan, Banten menyarankan untuk menjadikan bawang berlian sebagai lalapan.

Menurut beliau 3 umbi yang berukuran sedang sudah cukup untuk dikonsumsi 2 kali sehari, saat sedang melakukan terapi pengobatan. Agar umbi bisa tetap segar dan tahan lama, simpan lah ditempat yang tidak terkena matahari langsung dengan sirkulasi udara yang cukup agar tidak lembap. Karena kalau lembap umbi tersebut akan tumbuh tunas.

Cara diatas hanya mampu mengawetkan bawang berlian selama seminggu. Jika ingin tahan lebih lama, bawang berlian disimpan dalam bentuk kering. Bawang yang disimpan dalam bentuk kering bisa bertahan sampai 2 tahun, asalkan tidak ada infeksi cendawan. Untuk bawang kering yang rusak memiliki ciri-ciri jika direbus warna nya cokelat, bukan merah.

Cara terbaik dan paling tepat untuk mengonsumsi olahan bawang berlian, seperti manisan, minuman instan maupun bubuk adalah satu jam sebelum makan. Karena pada saat itu lambung dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan bawang berlian jadi lebih maksimal. Sedangkan bagi pasien yang memiliki penyakit maag, bawang berlian dapat dikonsumsi 2 jam setelah makan, karena pada saat itu tubuh sudah mencerna sebagian makanan dan sebagian lambung juga sudah kosong sehingga herbal dapat dicerna dengan maksimal.

Manfaat Bawang berlian bagi kesehatan memang sangat dianjurkan oleh para ahli farmakologi, karena banyaknya kandungan senyawa aktif yang berguna untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Akan tetapi saat menjalani terapi pengobatan dengan bawang berlian, pasien juga perlu memperhatikan pola hidupnya.

Pola hidup yang sehat seperti, mengatur pola makan, berolahraga cukup, menghindari rokok dan minuman yang beralkohol dapat membantu proses pengobatan herbal dengan bawang berlian jadi lebih cepat terlihat hasilnya.




JUAL BAWANG DAYAK
Tertarik Mencoba Bawang Dayak? Ingin Order Bawang Dayak?


Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba.

Bawang dayak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit, dari ringan sampai berat antara lain: diabetes, asam urat, hipertensi / darah tinggi, radang usus, ginjal, prostat, segala jenis kanker dan tumor (kista, myom, kanker payudara, kanker rahim, kanker kelenjar getah bening, kanker paru paru, kanker usus dll), TBC, asma, migrain, vertigo, ambeien, stroke, kolesterol, bronkhitis, hepatitis, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, radang rektum, asam urat, radang prostat, peluruh lemak, bisul, rematik, amandel, maag, gangguan pencernaan lambung, gondok, gangguan seksual/vitalitas, keputihan, pelupa/menurunnya fungsi ingatan dan semua penyakit kronis yg berhubungan dengan darah

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) :
- Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x

Bawang Dayak Segar
Harga : Rp.60.000/kg
Beli 4 kg Gratis 1 kg
Bawang Dayak Kering
Rajangan : Rp.150.000/kg
Serbuk : Rp.175.000/kg

Order via SMS / Whatsapp ke :
0857-5253-3377
PIN BBM :
D3BD9D75
Kirim SMS/Whatsapp dengan format :
NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN
Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg
  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS/Whatsapp.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.